Site Loader

Latar Belakang Masalah
Ada dua tujuan pembelajaran matematika, yaitu; (1) mengarahkan pembelajaran matematika untuk pemahaman konsep-konsep yang kemudian diperlukan untuk menyelesaikan masalah dan ilmu pengetahuan lainnya, (2) mengarahkan kemasa depan yang lebih luas yaitu kemampuan pemecahan masalah sistematik, kritis, cermat, bersifat objektif dan terbuka, menurut Sumarmo (dalam Asmar Bani).
Depdiknas (dalam Nila Kesumawati) menyatakan bahwa, pemahaman konsep matematik merupakan salah satu kecakapan atau kemahiran matematika yang diharapkan dapat tercapai dalam belajar matematika yaitu dengan menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajarinya, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah. Kemampuan pemahaman matematik memberikan pengertian bahwa materi-materi yang diajarkan kepada siswa bukan hanya sebagai hafalan, namun lebih dari itu dengan pemahaman siswa dapat lebih mengerti akan konsep materi pelajaran itu sendiri.

Pada aspek penalaran, bahwa materi matematika dan penalaran matematika merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Materi matematika dipahami melalui penalaran, dan penalaran dipahami dan dilatihkan melalui belajar materi matematika. Siswa dapat berfikir dan menalar suatu persoalan matematika apabila telah dapat memahami persoalan matematika tersebut. Suatu cara pandang siswa tentang persoalan matematika ikut mempengaruhi pola fikir tentang penyelesaian yang akan dilakukan. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika meruapan hal yang sangat penting untuk dapat meningkatkan kemampuan penalaran siswa tentang suatu materi matematika.

Pengetahuan yang diperoleh dengan penemuan menunjukkan beberapa kebaiakan. Menurut Suwangsih dan Tiurluna (dalam A Karim) menyatakan belajar melalui penemuan itu penting, sebab: (1) pada kenyataan ilmu-ilmu itu diperoleh melalui penemuan, (2) matematika adalah bahasa yang abstrak, artinya konsep dan lain-lainnya itu akan melekat bila melalui penemuan dengan jalan manipulasi dan berpengalaman dengan benda-benda konkret, (3) generalisasi itu penting, dengan penemuan generalisasi yang diperoleh akan lebih mantap, (4) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, (5) setiap siswa adalah makhluk kreatif, (6) menemukan sesuatu oleh sendiri akan menumbuhkan rasa percaya terhadap diri sendiri.

Salah satu model pembelajaran yang dapat mengarahkan dan membimbing siswa untuk dapat memahami konsep secara akurat, efisien, dan tepat adalah dengan menggunakan metode penemuan terbimbing. untuk dapat meningkatkan pemahaman dan penalaran matematik siswa dalam suatu pemecahan masalah dapat menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dengan membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, sehingga siswa mudah memahami mata pelajaran matematika.

Post Author: admin